Rekomendasi Harga Jagung 2 November 2026

103
jagung

(Vibiznews – Commodity) Harga jagung di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir melemah pada hari Jumat, 30 Oktober 2026, dan menutup bulan Oktober di level terendah empat bulan. Penutupan Jumat adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Senin.

Harga jagung berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 3½ sen atau 0,78% pada 4,47¾ dolar AS per bushel, penutupan terendah sejak awal Juli. Harga dibuka di 4,51¼, sempat menyentuh tertinggi harian di 4,52¼, lalu turun ke level terendah harian 4,47½ dengan volume sekitar 188.000 kontrak. Kontrak Maret 2027 ditutup di 4,61 dolar AS per bushel. Dalam sepekan harga turun 8¼ sen, dan sepanjang Oktober turun 53 sen. Sejak puncak Agustus di 5,49¾ dolar AS, kontrak Desember sudah kehilangan sekitar 1,02 dolar AS dan ditutup lebih rendah dalam tujuh dari delapan pekan terakhir. Selama Oktober, setiap hari Jumat mencatat penutupan mingguan terendah.

Faktor utama yang menekan harga adalah tekanan panen dan likuidasi dana spekulatif. Panen jagung AS sudah 60% selesai per 25 Oktober, 6 poin di belakang rata-rata lima tahun, tetapi proyeksi hasil panen USDA yang tinggi di 181,2 bushel per acre dan pasokan yang nyaman membatasi reli. Data Commitments of Traders menunjukkan dana spekulatif memangkas 90.314 kontrak lagi dari posisi beli bersih jagung, melanjutkan penjualan besar sejak September. Faktor lain adalah Brasil: real yang melemah ke sekitar 5,44 per dolar AS membuat jagung Brasil lebih murah bagi pembeli global, sementara penanaman jagung Argentina sudah 47,3% selesai, jauh di atas rata-rata sekitar 33%. Pelemahan pasar saham dan logam pada akhir pekan juga ikut menekan sentimen.

Di sisi lain, permintaan ekspor memberi sedikit penopang. Penjualan ekspor jagung musim 2026/27 mencapai 60,1 juta bushel dalam pekan yang berakhir 15 Oktober, melampaui perkiraan analis, meski pengapalan masih lemah. Pasar juga menilai posisi dana spekulatif sudah banyak berkurang, sehingga tenaga jual dari sisi ini mulai terbatas, dan harga bergerak sideways di sekitar 4,50 selama tiga sesi terakhir. Rata-rata harga penutupan Desember sepanjang Oktober sebesar 4,75 dolar AS menjadi dasar harga panen untuk asuransi tanaman.

Kami memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga jagung berpotensi masih bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan panen dan likuidasi dana spekulatif. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 4,47 hingga 4,40 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di sekitar 4,30 hingga 4,25 dolar AS. Namun, apabila ekspor menguat dan penjualan dana spekulatif mereda, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 4,52 hingga 4,55 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 4,65 hingga 4,70 dolar AS per bushel.