Jelang akhir perdagangan sesi II bursa saham hari ini (11/11) IHSG bergerak positif yang ditopang oleh penguatan dan lonjakan saham-saham unggulan yang menjadi top gainers. Saham CPIN menjadi saham top gainers pertama dan disusul oleh saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
Sejak 3 hari perdagangan berturut sebelum hari ini, saham INTP telah turun hingga 1600 poin namun perdagangan hari ini sudah melonjak hingga 1200 poin. Penguatan saham ini sebagian besar didorong oleh aksi beli asing yang cukup besar hingga 29 miliar. Secara fundamental pasar melihat prospek bisnis semen sangat menjanjikan apalagi dengan proyek pemerintah yang sedang menggenjot pembangunan infrastruktur.
Apalagi perseroan sedang membangun pabrik semen semen terintegrasi yang akan selesai pada kuartal pertama tahun depan. Pabrik yang menggunakan teknologi brownfield (pabrik P14) di Kompleks Pabrik Citereup, Bogor ini berkapasitas 4,4 juta ton per tahun dengan biaya investasi sekitar Rp5-6 triliun. Sehingga mampu menampung kebutuhan proyek infrastruktur yang marak dikerjakan kedepannya.
Selain itu baru-baru ini diberitakan INTP memangkas capex untuk tahun depan mengingat realisasi capex tahun ini baru 50%.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (11/11/15) saham INTP dibuka kuat pada level 18200 dan bergerak kuat 6 persen lebih menuju 19250 poin. Saham bergerak dalam kisaran 19350-18200 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 30 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INTP sejak awal bulan Oktober terlihat pergerakannya dalam konsolidasi. Kini terpantau indikator MA bergerak turun dan pola shooting star candle masih diatas Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak turun ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang bergerak turun yang menunjukan pergerakan INTP dalam potensi koreksi. Namun dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp17500 hingga target resistance di level Rp19450.
Lens Hu/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



