(Vibiznews – Forex) GBP/USD memperpanjang penurunannya dibawah 1.3050, menyentuh level terendah selama 2 minggu. Menteri Keuangan Jerman Scholz melemparkan keragu-raguan mengenai kesepakatan Brexit, dan memperingatkan bahwa Brexit yang tanpa kesepakatan akan merupakan malapetaka bagi Inggris.
Negosiator dari Inggris dan Uni Eropa bertemu untuk ke delapan kalinya dan merupakan pertemuan sebelum pertemuan terakhir dari negosiasi Brexit di London pada hari Selasa. Meningkatnya resiko Brexit tanpa kesepakatan terus menekan Poundsterling dengan berat. Kekuatiran pasar meningkat setelah PM Inggris Boris Johnson berkata bahwa Inggris akan menerima skenario tanpa kesepakatan dan akan maju terus jika kesepakatan tidak tercapai pada pertengahan bulan Oktober.
Selain itu laporan dari Financial Times menunjukkan bahwa pemerintah Inggris sedang merencanakan membuat undang-undang yang akan mengabaikan bagian-bagian kunci dari persetujuan Brexit. Uni Eropa bereaksi terhadap berita tersebut dengan memperingatkan bahwa setiap usaha oleh pemerintah Inggris untuk memodifikasi persetujuan secara sepihak bisa membahayakan prospek dari kesepakatan perdagangan. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen selanjutnya menambahkan bahwa kesepakatan adalah keharusan dibawah undang-undang internasional dan suatu persyaratan untuk kerjasama diwaktu yang akan datang.
Dipihak lain, dolar AS mendapatkan daya tarik safe-haven ditengah meningkatnya ketegangan yang baru dari hubungan AS dengan Cina. AS dikabarkan sedang mempertimbangkan melarang sebagian atau keseluruhan produk yang dibuat dengan kapas dari provinsi Xinjiang Cina. Menguatnya dolar AS menambah kejatuhan dari pasangan matauang ini ke level terendah sejak 25 Agustus.
Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.3000 yang merupakan batas psikologis yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2980 dan kemudian 1.2950. Sedangkan kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” yang solid di 1.3050 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3100 dan kemudian .13120.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



