(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Harapan kepada kesepakatan stimulus fiskal AS senilai hampir USD1 triliun, meskipun pada akhir minggu memudar.
- Perundingan mengenai paska Brexit yang disebutkan kemungkinan besar akan berakhir tanpa kesepakatan.
- Investor terus berharap kepada percepatan vaksin di tengah meningkatnya kasus baru virus corona di Eropa dan AS.
Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 71.4 juta orang terinfeksi di dunia dan 1.6 juta orang meninggal, dan menyebar ke 217 negara dan teritori.
Pasar saham dunia cenderung mixed, harga emas agak stabil, US dollar berupaya bangkit, sedangkan IHSG masih meneruskan rally mingguannya.
Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi, dan hasil Pilpres AS akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 14-18 December 2020.
===
Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau lanjutkan rally di minggu yang kesepuluh dengan tertahan di 3 hari terakhirnya pekannya oleh aksi profit taking terutama investor asing. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya variatif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat signifikan 2.20%, atau 127.846 poin, ke level 5,938.329. IHSG membukukan rally mingguan yang kesepuluhnya, dan sempat mencapai posisi 10 bulan lebih tertingginya. Untuk minggu berikutnya (14-18 Desember 2020), IHSG kemungkinan konsolidasi sebentar tetapi umumnya masih tren bullish, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6,078 dan kemudian 6,265, sedangkan support level di posisi 5,775 dan kemudian 5,563.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau menguat terbatas dalam pergerakan yang sempit, sementara dollar global agak menanjak, sehingga rupiah secara mingguannya menguat 0.04% ke level Rp 14,100. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan agak melandai, atau kemungkinan rupiah lanjutkan rentang konsolidasi, dalam range antara resistance di level Rp14,232 dan Rp14,303, sementara support di level Rp13,992 dan Rp13,887.
===
Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan pada bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik pada November 2020. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2020 sebesar 92,0, meningkat dibandingkan 79,0 pada bulan sebelumnya.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar 133,6 miliar dolar AS, relatif sama dibandingkan dengan posisi akhir Oktober 2020 sebesar 133,7 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,9 bulan impor atau 9,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
===
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum rebound terbatas, bangkit dari 2,5 tahun terendahnya, oleh concern investor dengan tertundanya kesepakatan dana pemulihan di AS dan merosotnya pound sterling karena kemungkinan perundingan Brexit berakhir tanpa kesepakatan, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat tipis ke 90.98. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tipis ke 1.2110. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2178 dan kemudian 1.2289, sementara support pada 1.1800 dan 1.1602.
Pound sterling minggu lalu terlihat melemah signifikan ke level 1.3218 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3539 dan kemudian 1.3618, sedangkan support pada 1.3105 dan 1.2854. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 103.96. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.35 dan 108.17, serta support pada 103.08 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7531 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7676 dan 0.7712, sementara support level di 0.6807 dan 0.6776.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan investor mencermati perkembangan dari negosiasi paket stimulus AS. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 26,652. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27040 dan 27105, sementara support pada level 25425 dan 23505. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 26,506. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27040 dan 27105, sementara support di 25909 dan 25343.
Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau terkoreksi dari level rekor oleh kurang jelasnya perkembangan prospek paket stimulus fiskal AS. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 30,046.38, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 30320 dan 30500, sementara support di level 29231 dan 28902. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 3,661.6, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3715 dan 3775, sementara support pada level 3546 dan 3327.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau berakhir agak stabil melandai dengan investor mencermati perkembangan program stimulus AS, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat tipis ke level $1,839.30 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1880 dan berikut $1900, serta support pada $1764 dan $1747.
Pasar yang naik turun terkadang memberikan sinyal ketidakjelasan pasar. Ini menimbulkan juga kebingungan keputusan investasi yang tepat pada saat ini. Sebagian investor kemudian memilih undur dulu dari pasar, dimana adakalanya kemudian terlambat ambil keputusan sehingga kehilangan kesempatan berharga yang jarang datang dalam dunia investasi. Yang lain, memanfaatkan situasi dengan “choppy trading” sehubungan dengan pasar yang berfluktuasi. “Kejelasan” menjadi kata kunci yang ditunggu banyak investor dewasa ini. Jika itu kebutuhan Anda, tengoklah kepada Vibiznews.com, media investasi online dalam negeri dengan global coverage yang detail tiap harinya. Simak terus ulasan berita, analisis dan rekomendasi instan yang selalu tersedia. Sekali lagi disampaikan terima kasih bagi Anda yang terus bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting
Editor: Asido


