(Vibiznews – Index) – Mayoritas saham Wall Street alami tekanan jual setelah awal sesi bergerak cukup tinggi dengan indeks utama mixed pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (8/8/20025).
Hanya indeks Nasdaq yang berakhir positif dengan menguat 0,4% menjadi 21.242,70, S&P 500 turun 0,1% menjadi 6.340,00, dan Dow Jones turun 0,5% menjadi 43.968,64.
Penguatan awal di Wall Street terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif 100 persen untuk impor semikonduktor dan chip, tetapi mengatakan perusahaan yang membangun di Amerika Serikat akan dikecualikan.
Namun, minat beli menurun karena kekhawatiran pasar tentang dampak ekonomi dari kebijakan perdagangan Trump seiring tarif baru di puluhan negara mulai berlaku hari ini.
Penurunan tajam saham Intel juga membebani pasar, dengan raksasa semikonduktor tersebut anjlok 3% setelah Trump mendesak CEO Lip-Bu Tan untuk segera mengundurkan diri.
Dari laporan ekonomi AS, data klaim pengangguran AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada pekan yang berakhir pada 2 Agustus. Namun laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan peningkatan signifikan dalam produktivitas tenaga kerja pada kuartal kedua.
Secara sektoral, saham farmasi memimpin pelemahan dengan NYSE Arca Pharmaceutical Index turun 2,1%. Salah satunya saham Eli Lilly anjlok 14,1% karena hasil uji coba tahap akhir pil obesitas perusahaan tersebut mengecewakan investor.
Saham jasa minyak juga mengalami pelemahan yang cukup besar di tengah penurunan harga minyak mentah, dengan Philadelphia Oil Service Index turun 1,4%.
Sementara itu pergerakan positif terlihat pada saham semikonduktor, utilitas, dan perangkat keras komputer yang menopang Nasdaq.



