Rekomendasi Harga Kopi Arabika 4 September 2026

41

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York terus mengalami tekanan hingga tergelincir ke level terendahnya dalam dua bulan terakhir pada perdagangan hari Jumat (4 September 2026). Pergerakan kontrak berjangka kopi arabika saat ini tertahan di kisaran 295 sen dolar AS per pon, bergerak melemah di bawah level psikologis 300 sen.

Pada penutupan sesi perdagangan sebelumnya di hari Kamis, tekanan jual yang masif telah membuat pasar kopi New York memperpanjang tren penurunannya. Kontrak berjangka kopi arabika untuk pengiriman Desember ditutup melemah ke posisi 295,35 sen dolar AS per pon, yang menandai level terendah baru sejak akhir bulan Juni lalu.

Penurunan tajam yang terjadi dalam sepekan terakhir utamanya dipicu oleh situasi krisis logistik di negara produsen utama. Sebagian besar gudang komoditas di Brasil dilaporkan telah terisi penuh dan mulai menolak kiriman pasokan baru. Membeludaknya kapasitas gudang ini secara langsung memaksa para petani, yang sebelumnya menahan penjualan demi mengejar harga tinggi, untuk segera melepas stok fisik mereka ke pasar global sehingga membanjiri pasar dan menekan harga berjangka.

Faktor penekan harga semakin dominan seiring dengan selesainya progres panen raya di Brasil. Laporan terbaru dari lembaga Safras & Mercado mencatat bahwa panen kopi Brasil periode musim 2026/2027 telah mencapai 97 persen per akhir Agustus, di mana panen khusus varietas arabika telah merampungkan 96 persen dari target. Arus pasokan dari raksasa produsen Amerika Selatan ini dinilai berada di jalur yang tepat menuju potensi rekor panen tertinggi. Proyeksi dari lembaga keuangan Rabobank turut memperkirakan bahwa neraca kopi global untuk musim 2026/2027 akan berada pada posisi sangat aman dengan surplus pasokan mencapai 8,9 juta kantong.

Meski dihadapkan pada melimpahnya pasokan fisik saat ini, laju penurunan harga kopi arabika sedikit terhambat dari kejatuhan yang lebih dalam berkat faktor penahan dari tingkat persediaan bursa. Persediaan kopi arabika bersertifikat yang dipantau oleh bursa ICE terus menyusut tajam hingga menyentuh angka 223.976 kantong pada 31 Agustus. Angka ini merupakan level persediaan terendah dalam 27 tahun terakhir, mengindikasikan bahwa ketersediaan pasokan kopi yang siap serah di bursa perdagangan sebenarnya masih sangat ketat.

Ke depan, perhatian pasar diperkirakan akan mulai bergeser dari progres panen ke fase pembungaan tanaman untuk musim berikutnya. Ancaman intensifikasi fenomena cuaca El Nino diproyeksikan dapat menunda datangnya hujan yang sangat krusial sepanjang periode September hingga Oktober mendatang. Risiko cuaca ini membawa ancaman kerusakan pada potensi produksi jangka panjang, yang berpotensi menyeimbangkan tekanan harga dari surplus pasokan saat ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika masih akan dibayangi oleh tren penurunan akibat derasnya arus pasokan panen dari Brasil dan tekanan logistik domestiknya. Namun, rekor terendah stok bersertifikat ICE akan membatasi ruang penurunan lebih lanjut. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 290,00 hingga 288,00. Jika terjadi pembalikan arah, harga akan mencoba menguji area Resistance di 300,00 hingga 305,00.