Harga Minyak Jumat Retreat; Sentimen Kenaikan Pasokan AS Menghadapi Konflik Timur Tengah

60

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia acuan Brent dan WTI mengalami sedikit konsolidasi atau koreksi teknis harian pada perdagangan pasar komoditas internasional hari Jumat (24/7/2026), setelah sempat melonjak tajam lebih dari 6% pada perdagangan kemarin.

Pergerakan harga minyak mentah dunia acuan Brent saat ini berada di kisaran $97 – $100 per barel, sementara WTI berada di kisaran $89 – $92 per barel.

Arah pasar minyak hari ini didominasi oleh tarik-menarik sentimen antara kekhawatiran eskalasi konflik militer di Timur Tengah melawan laporan kenaikan stok domestik Amerika Serikat.

Pemicu utama lonjakan harga minggu ini adalah runtuhnya gencatan senjata setelah militer AS melancarkan serangan udara beruntun ke Iran.

Situasi semakin memburuk setelah milisi Houthi di Yaman menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, sebuah aksi yang mengancam jalur logistik alternatif komersial yang digunakan untuk menghindari Selat Hormuz, sehingga memicu premi risiko geopolitik yang sangat tinggi.

Selain ketegangan di Timur Tengah, pasokan minyak mentah global turut diperketat oleh serangan drone Ukraina yang menyasar kilang-kilang minyak Rusia dan terminal konsorsium pipa Kaspia di Laut Hitam.

Dampaknya, Rusia membatasi ekspor bahan bakarnya karena kelangkaan domestik, yang secara otomatis melenyapkan ratusan ribu barel pasokan harian dari pasar internasional.

Koreksi tipis pada harga minyak hari ini terjadi setelah Energy Information Administration (EIA) merilis data stok minyak mentah AS yang tidak terduga, di mana inventaris dilaporkan naik sebesar 2 juta barel menjadi 411,7 juta barel.

Angka ini berbanding terbalik dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memproyeksikan penurunan sebesar 1,1 juta barel akibat melambatnya operasional kilang setempat.

Terkait respons acuan minyak terhadap sentimen pasar saat ini, blokade jalur Laut Merah sangat sensitif dan langsung mendongkrak harga Brent karena mewakili jalur distribusi maritim internasional, sementara dampaknya pada WTI bersifat tidak langsung dan ikut terkerek naik mengikuti tren harga global namun terbatas pada biaya arbitrase.

Di sisi lain, kenaikan stok EIA AS memberikan dampak minim pada Brent karena hanya merespons sebagai sentimen makro global, namun sangat sensitif bagi WTI dan langsung memicu aksi ambil untung di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent berjangka akan bertemu kisaran resisten di 101,50 – 103,80 dan support di 95,80 – 93,20.

Sementara itu, untuk harga minyak mentah WTI berjangka diproyeksikan akan menemui kisaran resisten di 93,50 – 95,10 dan support di 87,80 – 85,50.