(Vibiznews – Commodity) Harga emas sempat menguat pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, didukung oleh jatuhnya indeks dollar AS dari ketinggian selama 20 tahun yang dicapai pada hari Rabu. Turunnya yields obligasi treasury AS pada dua sesi perdagangan yang terakhir juga mendukung pasar emas. Selain itu terlihat juga aksi “short-covering” di pasar berjangka emas.
Namun pada pertengahan perdagangan sesi AS hari Kamis harga emas berbalik melemah , tertekan oleh komentar dari ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang sekali lagi cenderung hawkish dalam hal kebijakan moneter AS. Komentar Powell mendorong naik indeks dollar AS dan yields treasury AS yang sebelum pidato dari Powell sempat melemah.
Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $8.50 ke $1,709.40 per troy ons. Sementara perak berjangka Comex bulan Desember naik $0.37 ke $18.63 per ons.
Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam menyusul keuntungan yang besar yang terjadi pada pasar saham AS hari Rabu. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.
Hal yang menyolok di pasar pada minggu ini adalah kejatuhan besar harga minyak mentah di tengah keprihatinan akan resesi ekonomi global dengan kebanyakan bank sentral sedang memperketat kebijakan moneter mereka.
Beige Book dari Federal Reserve yang dikeluarkan pada hari Rabu malam, menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang melemah. Hal kunci di luar pasar emas adalah masih rendahnya harga minyak mentah Nymex yang diperdagangkan di sekitar $82.00 per barel setelah sempat turun menyentuh kerendahan delapan bulan dalam perdagangan semalam. Indeks dollar AS berbalik menguat setelah komentar ketua the Fed Powell yang hawkish.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di $1,704 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,696 dan kemudian $1,686.
“Resistance” terdekat menunggu di $1,729 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,740 dan kemudian $1,769.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido


