(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada awal jam perdagangan sesi AS hari Kamis berhasil terus berada di bawah tekanan turun dan diperdagangkan di sekitar $82.82 per barel,
Harga minyak mentah tetap berada di bawah tekanan bearish yang kuat. Saat ini keprihatinan akan pertumbuhan ekonomi global masih tetap menjadi penggerak harga minyak mentah. Para bank sentral sedang melakukan pengetatan kebijakan moneter dengan terus menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini membangkitkan ketakutan akan terjadinya resesi global yang akan menurunkan permintaan akan minyak mentah sehingga terus menekan harga minyak mentah turun.
Beberapa anggota FOMC the Fed berbicara mengenai perlunya melanjutkan kebijakan pengetatan. Wakil ketua the Fed Lael Brainard mengatakan bahwa tingkat bunga akan harus tetap tinggi untuk suatu jangka waktu lamanya.
Para traders juga mengamati lockdown karena Covid di Cina sebagai ancaman terhadap turunnya permintaan minyak mentah. Kota megacity Cina, Chengdu, yang merupakan ibukota dari provinsi Sichuan semula diskedulkan untuk mengangkat lockdown pada hari Rabu, namun para pembuat kebijakan malah memperpanjang lockdown tanpa memberikan tanggal selesainya secara tentatif sekalipun. Langkah-langkah restriksi diberlakukan di banyak kota besar di Cina. Diperkirakan ada sekitar 300 juta orang yang kena restriksi dalam berbagai bentuk.
Support & Resistance
Support” terdekat menunggu di $82.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $82.00 dan kemudian $81.80. “Resistance” yang terdekat menunggu di $83.70 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $84.05 dan kemudian $84.81.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


