Hingga perdagangan pasar valas akhir sesi Asia (9/9), kurs rupiah masih bergerak lemah terhadap dollar AS meskipun kondisi dollar sedang melemah juga terhadap banyak rivalnya. Dari awal perdagangan hingga siang ini, pelemahan rupiah semakin bertambah hingga masuk kisaran 13100, dan disisi lain BI sedang memperkuat sedikit kurs referensinya.
Pergerakan rupiah yang lemah hingga siang ini membuat investor asing semakin kuras modalnya oleh profit taking dari bursa saham hingga mencetak net sell Rp408 miliar. Aksi jual saham asing ini memberikan tekanan kuat bagi laju IHSG yang melemah 1,1%.
Lihat: IHSG 9 September Sesi 1 Tertekan Pelemahan Semua Sektor
Pergerakan kurs rupiah di pasar spot siang ini bergerak negatif dengan posisi pelemahan 0,31% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13103/US$ setelah dibuka kuat pada level Rp13088/US$. Untuk kurs Jisdor dan kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperkuat.
Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperkuat ke 13089 dari posisi 13090 perdagangan hari Kamis (8/9), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13154 setelah perdagangan sebelumnya 13155.
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini berpotensi kuat pada akhir perdagangan oleh momentum pelemahan dollar AS, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13110 dan resistance di 13065.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens



