Di tengah perdagangan forex sesi Asia hari Senin (10/10) dollar AS masih menunjukkan kondisi yang lemas melanjutkan tekanan yang dialami pada perdagangan akhir pekan lalu. Terhadap kurs major dollar melemah namun terhadap kurs minor seperti kurs komoditas menguat merespon kondisi harga minyak mentah yang terpukul.
Sejak akhir pekan lalu dollar AS tertekan oleh rival utamanya seperti yen, euro, dan swissfranc merespon pudarnya harapan kenaikan Fed rate akhir tahun pasca buruknya laporan data tenaga kerja AS periode bulan September. Akhir pekan lalu data NFP AS yang menjadi fokus perdagangan akhir pekan lalu anjlok ke posisi lebih buruk dari ekspektasi dan periode sebelumnya.
Selain buruknya data NFP AS tersebut, terlihat juga tingkat pengangguran negeri tersebut bertambah setelah periode sebelumnya hanya di posisi 4,9%. Data Unemployment rate alami kenaikan tipis di posisi 5% setelah bulan sebelumnya hanya 4,9%. Untuk pergerakan sepanjang hari dollar lebih digerakkan oleh dampak fundamental rivalnya dikarenakan libur pasar keuangan Amerika awal pekan kedu September.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan bergerak lemah setelah awal perdagangan sesi Asia dibuka lebih tinggi pada posisi 96.53 dan kini bergerak pada posisi 96.51.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang



